Pop


Menggebrak, Indah Pertiwi Keluarkan Miliaran Rupiah

Sebagai penyanyi pendatang baru, Indah Dewi Pertiwi telah melakukan gebrakan besar dalam dunia musik tanah air. Video klip terbarunya yang berjudul Hipnotis menghabiskan biaya pembuatan sampai miliaran rupiah. Diakui sang artis, ini adalah bentuk pembuktian dirinya supaya berbeda dari yang lainnya.

“Di sini karena aku baru, pengen yang satu berbeda ga mau terkesan sama dengan yang lain,” tutur Indah saat ditemui di Media gathering, jalan Bangka 11 no.3A, Jakarta Selatan, Kamis 23 Desember 2010. Tak hanya itu saja, ke depannya, Indah membocorkan bahwa ia sudah menyiapkan gebrakan yang lebih fantastis. “Gebrakan ke depannya masih rahasia, kalau dikasih tahu itu ga surprise,” imbuhnya.

Meski membuat gebrakan, konsep video klipnya sendiri diakui Indah memang tidaklah orisinil. “Tidak ada ide yang original, secara konsep mengadopsi beberapa tapi disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia,” jelasnya. Tak cukup membuat kagum dengan video klip super mahal, Indah juga meluncurkan CD entertainment yang berhadiah 9,9 miliar.

Tak bisa dipungkiri bahwa ada target profit dalam peluncuran album dan video klip ini. “Hal-hal seperti itu sudah di perhitungkan, target sudah ada sedang kita kejar bersama. Ini kerja team,” tegasnya. Sampai saat ini memang Indah belum bisa memastikan keuntungan yang ia dapat, namun permintaan RBT akan single Indah ini terbilang tinggi. “Sisi RBT dalam bulan ini trafiknya sudah bagus, untuk saat ini sudah no.5 di Telkomsel dari waktu 3 minggu,” ungkapnya.

Dalam berkarir, Indah nampaknya rela keluar uang banyak, sampai-sampai tentang keuntungan, ia pikirkan nanti. “Kalau booming atau engga itu masih di kip dulu, dilihat dari video klip nanti. Bulan Januari akan dikeluarkan ulang-ulang di teve,” pungkasnya yang telah menargetkan pasar Asia untuk single dan album barunya ini.

————————————————————————————————————————————————————-

Indah Dewi Pertiwi – Hipnotis Album Short Review

Indah Dewi Pertiwi (IDP) adalah penyanyi pendatang baru yang cukup beruntung karena didukung oleh sejumlah musisi ternama, baik yang sekedar menyumbangkan lagunya maupun suaranya. Tercatat ada nama Bebi Romeo, Dewiq, Ahmad Dhani, Opick, Sandhy Sundoro, Yovie Widianto, dan Charly ST12 yang ada di belakang album perdana Indah yang bertajuk Hipnotis. Alhasil, 12 lagu yang ada di dalamnya memiliki nuansa yang berbeda-beda. Dari yang nge-beat (Hipnotis), melayu (Cinta Setengah Mati), hingga persian / arabian (Terbakar). Dan yang pasti banyak dikenal adalah single pertamanya Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa yang sudah nge-tren di mana-mana. Layak beli!

Indah Dewi Pertiwi – Hipnotis


Additional Information

Production / Label: KFC
Released Year: 2010
Artist / Singer: Indah Dewi Pertiwi

sumber : kapanlagi.com | liriklyric.com | dbs

DI3VA Bukan Grup Musik

Bisa dibilang, DI3VA tengah sekarat. Sejak berpisah dari Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto pada 2008, disusul perceraian Anang dan Krisdayanti tahun lalu, DI3VA vakum. Di tengah kevakuman, muncul penegasan dari suami Ruth Sahanaya bahwa DI3VA bukan sebuah grup musik.

“Harus digarisbawahi, DI3VA itu bukan grup musik, tapi format acara. Sebentuk acara yang kebetulan ada tiga penyanyi. Kalau ditanya DIeVA mau dibawa ke mana, ya mau dibawa ke mana ya?,” ujar suami Ruth Sahanaya, Jefrry wawaoruntu, balik bertanya.

Krisdayanti, Ruth Sahanaya, dan Titi DJ memutuskan bergabung di DI3VA pada 2006. Ketika itu, Erwin Gutawa turut bergabung sebagai penata musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistik. DI3VA pun menuai sukses.

Konser DI3Va di Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, dan Malaysia pada 25 Maret 2007, sukses besar. Nama DI3VA pun mulai dikenal publik. DI3VA juga merilis album ‘Semua Jadi Satu’ di tahun 2006.

“Banyak acara yang membawakan DI3VA hingga akhirnya membuat persepsi orang bahwa DI3VA adalah sebuah grup. Ruth sendiri tidak bergantung kepada DI3VA,” jelas Jeffry di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Soal kemandirian penyanyi yang akrab disapa Uthe itu, Uthe merencanakan banyak kegiatan sepanjang tahun ini. Sebut saja, rencana membuat album, biografi, autobografi, videografi tentang Uthe, dan akan menggelar konser besar. Semua akan dilakukan Uthe sendiri, tanpa DI3VA.

sumber : celebrity.okezone.com

DI3VA – Adilkah by Aji Mirsa Hakim

Di3va – Lotta Lova

3 Diva Concert (Titi DJ with Ruth Sahanaya – Cinta)


Titi DJ Bakal Gelar Konser Ramah Lingkungan

Berkat dukungan rekan-rekannya, Titi DJ menjadi bersemangat untuk mengadakan konser tunggal, apalagi, rekannya dalam DI3VA, Ruth Sahanaya kelar mengadakan konser tunggal juga. Hal tersebut pastinya membuat Sang Dewi yang satu ini sangat menantikan konser tunggal yang bakal ia beri judul Konser ‘SWARA SANG DEWI’.

“Kekuatan saya adalah orang-orang di belakang saya, konser tunggal terakhir adalah konser SANG DEWI tahun 2005. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan terwujud dengan baik tanggal 20-23 Januari 2011 nanti. Bukan hanya menghibur mata dan telinga tapi ada satu misi yang ingin saya sampaikan dan pesan yang bisa dibawa pulang bagi yang menonton,” tutur Titi saat ditemui di preskon Konser SWARA SANG DEWI di Pisa Cafe Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Penyelenggaraan konser selama 4 hari berturut-turut memang diakui Titi adalah bentuk upaya darinya dan panitia untuk menampung semua penonton. “Memang awalnya kita mau selenggarakan di tempat konser pada umumnya seperti JCC, yang punya kapasitas besar, tapi ternyata enggak dapat tanggal, kita baru dapat gedung dengan kapasitas kecil, akhirnya kita putuskan untuk bikin beberapa hari. Karena di konser Sang Dewi banyak yang enggak dapat masuk. Dengan pikiran itu kita sengaja bikin empat hari,” urai istri Ovie Rif ini.

Dalam konser tunggalnya ini, Titi mengusung konsep go green dan menekankan sepenuhnya pada kepedulian terhadap lingkungan. “Ini ajakan saya untuk peduli lingkungan, karena sudah banyak lingkungan yang rusak,” tegasnya. Dua tahun belakangan ini Titi memang telah berupaya memilah-milah antara sampah organik dan non organik dan mengolahnya menjadi kompos dan dijadikan pupuk. “Ga perlu jadi duta lingkungan untuk peduli lingkungan. Bentuk kepedulian saya sebagai ibu juga. Liat fenomena alam belakangan ini sangat memprihatinkan. Khawatir, tempat tinggal seperti apa buat anak cucu kita nantinya kalau kita gak mulai peduli lingkungan dari sekarang,” imbuhnya bersemangat.

Bahkan sejak awal persiapan konser yang telah dilakukan sejak dua bulan yang lalu ini, Titi telah merancang kostum yang terbuat dari bahan ramah lingkungan. “Desainer juga pakai bahan bahan ramah lingkungan, misalnya kain organik, pencelupan warna juga dari bahan yang ramah lingkungan, dan rencananya saya akan pakai pakaian dari serat nanas,” ujarnya. Tak hanya soal kostum, setiap properti yang dipakai dalam konser ini adalah bahan yang ramah lingkungan.

“Botol plastik daur ulang untuk properti panggung. Sekitar panggung akan disediakan tempat sampah. Latihan fisik juga, tapi lebih ke stamina aja, Vokal juga sudah berlatih, makanan di jaga ga makan gorengan dan minuman dingin. Aksesoris pakai kertas daur ulang,” pungkasnya.

Dalam konser ini nanti akan ada bintang tamu seperti Rossa, Dewi Gita, Dewi Sandra, Sherina, Diana Nasution, Ello, Marcell, Cindy Bernadette, Ungu, Vidi Aldiano, Mike Mohede, Dara Jana, Geisha, Ira Swara, Iis Dahlia, Audrey-Gamaliel dan Denada.

Titi Tak Libatkan DI3VA Dalam Konser Tunggalnya

Dalam konser SWARA SANG DEWI yang rencananya akan berlangsung 20-23 Januari tahun depan, Titi DJ tidak bakal menyertakan banyak pendukung acara. Kendati Titi menginginkan banyak pendukung acara, pihak promotor menganjurkan sebaliknya supaya konser Titi ini lebih fokus.

“Pendukungnya sebenarnya saya mau lebih tapi kata promotor jangan banyak-banyak karena biar fokus saja. Nantinya temen-temen penyanyi ini akan tampil di hari yang tidak bersamaan. Dan mereka semua akan membawakan lagu-lagu saya,” ungkap Titi saat ditemui di preskon Konser SWARA SANG DEWI di Pisa Cafe Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Konser Titi ini nantinya juga tak akan melibatkan DI3VA. Ruth dan Krisdayanti sepertinya hanya menjadi penonton saja dalam konser tunggal Titi ini. “Bukannya saya ga mau ngajak, tapi teman-teman DI3VA, kita anggap lagi tiarap, sebenarnya kita solo, kita balik lagi, yang punya konsep yang berbeda,” kilahnya. Kendati tak melibatkan DI3VA, Titi mengungkapkan bahwa baik Uthe dan KD mendukung penuh konser yang satu ini.

“Mereka support sekali, khususnya Uthe yang baru konser. Kita sama-sama saling dukung, ‘Saya sangat dukung’ katanya,” imbuh Titi. Dalam konsernya ini nanti Titi bakal berduet bersama dengan suaminya;Ovie, menyanyikan single terbaru mereka bersama dengan putri-putri mereka.

Saat ditanya sedikit tentang kabar pernikahan KD, Titi menjawab singkat, “Saya cuma sms, terakhir ketemu di konser Uthe. Untuk yang satu itu, KD sangat secret, saya ga bisa cerita banyak.”

sumber : kapanlagi.com

Tour n Meet N Greet DI3VA Bandung..

 

Cintanya di3va yang berada di Kota Bandung pasti akan senang sekali tahu kabar ini…!!
Cz Di3VA akan mengadakan kembali Tour n Meet N Greet di bandung…
Untuk hari pastinya siih belum di tentukan,, so tunggu aja kabar selanjutnya yaa…
Sering2 log on ke blog ini yaa..!!
Kalian para cintanya di3va pasti akan senang dan gak akan ketinggalan info tentang di3va……!!

 


Di3va

di3va 2

Konser Andi Rianto

sumber : /imam-ak.blogspot.com

Musik pop Dari Jaman Ke Jaman Tetap Axis

Musik populer atau Musik pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial. Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison, dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia.

Sejarah Musik Klasik sejak Musik Gregorian tahun 590

Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi Gregorian tehun 590 oleh Paus Agung Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada hitungannya. Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian tersebut. sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dibaca.

Notasi Gregorian Tahun 590

Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian, yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori, di mana sebelumnya musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis. Pada masa hidupnya Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian tersebut. Notasi ini memekai 4 garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan penyanyi. Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.

Musik Organum 1150-1400

Pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan organum, nada atas dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki. Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita/anak-anak) dan suara rendah (laki-laki).


Musik Diafoni 1400-1600

Ternyata tidak semua dapat mengikuti suara tinggi atau suara rendah.Oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang kuart lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maunpun kuart rendah, dan musik yang demikian ini disebut musik diafoni (dia=dua, foni=suara).

Basso Ostinato Tahun 1600

Orang-orang Italia pada tahun sekitar 1600 menemukan apa yang disebut Basso Ostinato atau Bass yang bergerak gendeng atau gila, berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain.

Musik Polifoni Era Barok 1600-1750

Ternyata suara yang mengikuti sama dengan melodi menjadi membosankan, maka mulailah suara tidak bergerak secara sejajar, maka mulailah dengan arah yang berlawanan. Komponis Giovani Perluigi da Palestrina (1515-1594) adalah perintis tentang hal ini, dan disusun teori mengenai musik melodi banyak (polifoni), sehingga setiap nada atau titik (punctus=point) bergerak secara mandiri atau berlawanan (counter), di sinilah lahir teori kontrapun (counterpoint=kontrapunt).

Johan Sebastian Bach (1685-1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapun yang sangat tinggi, karema disusun seperti matematik. Hampir semua komponis Era Barok (1600-1750) menyusun dengan teknik kontrapun, misalnya George Frederic Handle dari Inggris, Jean Remeau dari Pernacis, Correli dari Itali, dlsb. Lagu rakyat dengan gaya polifoni adalah Papa Yakob.

Pada awalnya orang menyusun dengan Kontrapun Terikat atau Strict Counterpoint, namun kemudian menadapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapun Bebas atau Free Counterpoint.


Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825

Selanjutnya pada Era Klasik (1750-1825) ditemukan susunan akord yang berdasarkan tri-suara (triad), selanjutnya berkembang dengan empat suara atau lebih. Musik yang demikian ini disebut Musik Homofoni, sehingga kontrapun menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.

Musik Klasik Era Romantik 1820-1910

Hampir tidak banyak perubahan dalam kontrapun dan harmoni secara fundamental pada Era Romantik (1820-1910), namun ada kemajuan dalam orketrasi lengkap (dengan penemuan alat musik). Era ini adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum. Terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.


Musik Klasik Modern 1910-sekarang

Musik Modern dengan Musik Atonal dan Politonal telah jauh dari penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.

Sejarah Musik Pop sejak 1920


Musik Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890

Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.

Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).

Musik Blues di Amerika Serikat sejak 1895

Musik Blues juga lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung Delta Mississippi pada akhir abad XIX sekitar tahun 1895 dan berlangsung hingga kini. Musik ini lahir dari kehidupan para budak yang bekerja sebagai buruh tani ras Afrika di Amerika, di mana pada saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka mengalunkan lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas pada waktu itu. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanyikan tanpa iringan instrument, kemudia baru meraka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan.

Belakangan musik blues ini mempengaruhi perkembangan musik jazz, country, dan rock. Perhatikan bahwa irama dan melodi musik blues sangat kental dengan ras Afrika. Kadang-kadang dalam syair timbul cerita tentang kesedihan mereka sebagai budak dan buruh tani, dan tentu saja perkembangannya sangat dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, di mana ras Afrika mendominasi gaya musik blues.

Para pemusik blues dan pencipta blues, rata-rata orang hitam Amerika, adalah di mana W.C. Handy (1873-1958) adalah bapak blues. Lagu Aunt Hagar’s Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada tahun 1914 dan 1921.


Musik Pop di Amerika Serikat mulai 1920

Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.

Musik Amerika Latin lahir sejak 1857

Ciptaan-ciptaan pencipta pada waktu itu dengan pengaruh latin adalah antara lain dari George Bizets Hababera dari opera Carmen (1875); Scott Joplin’s Mexican Serenade, Solace (1902); Maurice Ravels Rapsodie Espagnole (1907), dan Bolero (1928).

Musik pop latin dimulai sejak dansa latin dikenal, yaitu sejak tahun 1920 juga. Dansa Tango menjadi salah satu balroom dance yang terkenal pada tahun 1920 di Amerika maupun Eropa, di mana lagu Tango yang bertangga nada minor dan melankolik, serta step dansa yang agresif. Setelah itu tahuj 1930 dan 1940 berkembang menjadi salah satu musik yang digemari di dunia, dengan tokoh seperti Xavier Cugat, Peres Prado, dlsb. Irama yang berkembang pada waktu itu adalah Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo, dlsb.


Musik Country sejak 1920

Musik Country sering diidentitaskan dengan musik cowboy (penggembala sapi). Musik ini lahir pada rekaman permainan biola country John Carson dengan rekaman “Little Log Cabin in the Lane” oleh Okeh Records pada tahun 1923. Kemudian lahir rekaman oleh Columbia pada tahun 1924 “Old Familiar Tunes”. Seperti diketahui steel guitar masuk country pada tahun 1922, di mana Jimmie Tarlton bertemu dengan Hawaiian guitarist Frank Ferera pada pantai barat Amerika.

Mulai tahun 1927, selama 17 tahun Carters merekam sekitar 300 old-time ballads, lagu traditional, lagu country, dll. Selanjutnya pada tahun 1930-an dan 1940-an lagu cowboy menjadi populer di semua film Hallywood. Dan tahun 1939 irama Boogie-woogie menjadi terkenal.

sumber : wikipedia.org / dbs

VIDEO KLIP POP DUNIA

The Pussycat Dolls – Bottle Pop

Pop Song (Jon Lajoie)

United State of Pop

Stronger Like This


Michael Jackson Show Pop King’s

Dance Break

Dance Moves

Black Or White :Full Version Bass Amplify

Streetwalker

Billie Jean-30th Anniversary Special


The Beatles Memorial Show Word

yesterday

Help

Hey Jude

Blackbird

Get Back


VIDEO KLIP INDOPOP

Melinda – Cinta Satu Malam

YOVIE & NUNO – MENJAGA HATI

Bunga Citra Lestari – Aku Tak Mau Sendiri

Anang – Separuh Jiwaku Pergi

Ari Lasso – Cinta Sejati

Jikustik – Setia

Bondan Prakoso & Fade 2 Black – Ya Sudahlah

Bondan Prakoso – Bunga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: