Dance


Dansa Tango, Tingkatkan Kesembuhan Penderita Parkinson


Pengobatan penyakit parkinson akan makin efektif bila dibarengi dengan terapi dansa, semisal tango. “Dansa adalah bentuk ekspresi gerakan tubuh yang paling komprehensif, sehingga pada penyandang parkinson, dansa dapat menjadi suatu cara yang paling kuat untuk melatih mereka mengontrol gerakan dengan baik. Dansa juga sudah dikonfirmasikan mempunyai nilai rehabilitasi pada penyandang parkinson,” terang Dr Banon Sukoandri, SpS, Ketua Yayasan Peduli Parkinson dalam Peringatan Hari Parkinson Sedunia, di Jakarta.

Sebuah studi tahun 2008 di Washington University School of Medicine, St Louis, Amerika Serikat, yang meneliti para penyandang parkinson menyebutkan para penyandang parkinson yang mengikuti kelas dansa tango Argentina sebanyak 20 sesi dalam 10 minggu menunjukkan peningkatan dalam hal keseimbangan dan mobilitas jika dibanding dengan pasien yang hanya melakukan senam konvensional.

“Hal tersebut disebabkan karena gerakan dansa tango menggunakan berbagai aspek gerak yang sesuai dengan para penyandang parkinson. Seperti keseimbangan dinamis, berputar, inisiasi gerak, bergerak dengan kecepatan berbeda, dan berjalan mundur,” kata dia.

“Tidak menutup kemungkinan untuk dansa umum yang biasa kita lakukan, seperti untuk di Indonesia ada gerakan poco-poco atau line dance yang sekarang sedang menjadi tren,” imbuhnya.

Selanjutnya, Banon menuturkan, dengan harmonisasi dari gerakan dan musik, maka badan, otak, dan perasaan penderita akan terstimulus. “Dengan begitu, mereka tidak hanya diam, mereka juga senang itu sangat membantu proses pengobatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, penyandang penyakit parkinson juga perlu memahami terdapat kemungkinan munculnya kembali gejala penyakit parkinson setelah menggunakan suatu jenis pengobatan. “Oleh karena itu, suatu pengobatan dan terapi harus tetap dilakukan (terus). Latihan dansa juga harus tetap dijalankan, kalau tidak maka akan terjadi kemunduran lagi,” tuturnya.

Banon berharap, walaupun sampai saat ini penyakit parkinson belum ditemukan obatnya, para penderita parkinson diharap tetap bersemangat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. (kompas)

Narcotic Sound & Christian D. – Dansa Bonito

Narcotic Sound and Christian D. feat. Matteo – Mamasita


Dansa Adalah Tari Asal Kebudayaan Barat

Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik. Dansa kegiatan yang membutuhkan pasangan dan pasangan lainnya sebagai penyemarak, dansa terdiri dari dua dansa yang populer, yakni karakteristik Latin dan karakteristik ballroom standar. Dansa Latin, misalnya cha cha, rumba, samba, jive, dan paso double. Sedangkan yang disebut ballroom standar (standard ballroom) antara lain waltz, romantic, slow foxtrot, quick step vienese waltz, dan tango.


Dansa di Indonesia :
Merebaknya dansa-dansa asing ke Indonesia ini juga punya imbas pada dansa tradisional, yang kemudian diadopsi menjadi line dance-dansa yang berbaris-baris itu. Yang sangat populer saat ini dan barangkali membuat sebagian orang bahkan bosan melihatnya, adalah poco-poco. Poco poco, sajojo, serampang dua belas, menjadi akrab di lantai-lantai dansa (wkpedia)

Festival Dansa Berakhir Maut

15 orang tewas dalam festival dansa Loveparade di Duisburg, Jerman, pada hari Sabtu 24 Juni 2010 lali, 15 orang lainnya menderita luka parah dan sekitar seratus orang menderita luka-luka ringan. Peristiwa ini terbilang  salah satu peristiwa yang jarang terjadi di dunia dalam pagelaran pesta dansa.

Menurut sebuah koran Jerman ada sekitar 1,4 juta orang hadir dalam festival dansa terbesar di Jerman tersebut. Para pengunjung tengah antre di lorong untuk bisa masuk ke tempat festival ketika kepanikan pecah. Mereka berhamburan dan tidak sedikit orang banyak terinjak-injak.

Mereka yang masih belum bisa masuk disuruh pulang. Festival akhirnya ditutup. Loverparade adalah satu dari rangkaian acara menyambut penobatan Kota Ruhrgebied sebagai Ibukota Budaya Eropa. ( republika)

Dunia Dansa Dan Sejarahnya

Dansa adalah kegiatan yang membutuhkan pasangan dan pasangan lainnya sebagai penyemarak. Hampir semua jenis dansa punya sejarah sosialnya sendiri-sendiri. Slow waltz mulai dikenal pada pertengahan tahun 1700-an di kalangan bangsawan Eropa. Slow waltz yang romantik merupakan “keturunan” dari Vienese waltz yang bertempo lebih cepat. Tempo 3/4 yang digunakan sebelumnya diperlambat seiring dengan para penulis lagu balada yang bertutur soal kisah cinta. Keanggunan waltz kalau dalam lagu kira-kira seperti Tennesse Waltz yang dilantunkan oleh penyanyi Tom Jones dulu.

Dansa terdiri dari dua dansa yang populer, yakni karakteristik Latin dan karakteristik ballroom standar. Dansa Latin, misalnya cha cha, rumba, samba, jive, dan paso double. Sedangkan yang disebut ballroom standar (standard ballroom) antara lain waltz, romantic, slow foxtrot, quick step vienese waltz, dan tango.


Dansa di Indonesia

Merebaknya dansa-dansa asing ke Indonesia ini juga punya imbas pada dansa tradisional, yang kemudian diadopsi menjadi line dance-dansa yang berbaris-baris itu. Yang sangat populer saat ini dan barangkali membuat sebagian orang bahkan bosan melihatnya, adalah poco-poco. Poco poco, sajojo, serampang dua belas, menjadi akrab di lantai-lantai dansa. Khusus yang terakhir itu, serampang dua belas, mulai banyak ditarikan di lantai dansa seiring populernya penyanyi dari Malaysia, Siti Nurhaliza yang menyanyikan lagu Cindai dengan irama Melayu. Sedangkan sajojo berasal dari Indonesia Timur, menggunakan lagu Sajojo yang pernah dipopulerkan Black Brothers (kelompok remaja AB Three juga pernah menyanyikan lagu itu dalam albumnya dengan sangat segar).

HIM Damsyik

Datuk Dansa Berkelas Dunia


Masa kecil

Sejak kecil putra dari kepala pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, KPM ini telah senang menari. Setiap ada pesta atau perayaan, Damsyik selalu turut ambil bagian dalam menyanyi. Bakatnya semakin terasah saat hijrah ke Jakarta untuk kuliah. Saat itu di tahun 1950-an masih banyak orang Belanda yang bermukim di Jakarta, sehingga sehingga budaya dansa-dansi masih dominan sebagai alat pergaulan termasuk di kalangan mahasiswa. Semasa kuliah, Damsyik pernah aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada).

Karier menari

Sejak menjuarai Lomba Dansa Ballroom di Jakarta, kepercayaan diri Damsyik semakin tinggi dan dia memutuskan untuk menekuni dansa secara profesional. Damsyik mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional. Damsyik pernah menjadi runner up pada lomba dansa internasional di Bangkok. Nama Damsyik pun mulai terkenal sebagai guru dansa untuk tarian jenis ball room dan Amerika Latin di tahun 1950-an.

Popularitas dansa sempat meredup di akhir tahun 1950-an saat Partai Komunis Indonesia mencapnya sebagai produk gaya hidup imperialis. Namun lagu resmi Piala Dunia tahun 1998 Perancis, “La Copa de la Vida” yang disenandungkan oleh Ricky Martin secara apik dalam pakem tarian salsa yang atraktif, turut menghidupkan kembali popularitas dansa. Tentu saja hal ini juga membawa imbas positif pada kemampuan menari Damsyik. Selain sering mengajar dansa di kelas-kelas dansa profesional yang tersebar di banyak tempat di Jakarta serta mengajar privat, ayah lima ayah anak ini juga mengajar di sekolah dansa miliknya, Damsyik School of Dance.

Setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui dansa sebagai olahraga, maka dibentuklah Ikatan Olahraga Dansa Indonesia yang bernaung di bawah keanggotaan KONI. HIM Damsyik menjadi ketua umum pertamanya sejak sejak 12 Juli 2002.

Karier akting

Lelaki bertinggi badan 180 centimeter dengan berat hanya 55 kilogram ini mulai bermain film pada tahun 1959 dalam Bertamasya. Awalnya Damsyik diajak bermain sebagai aktor oleh sutradara Win Umboh yang sebelumnya telah biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-filmnya. Namun Damsyik sempat berhenti dan mulai bermain kembali di tahun 1981. Namanya mulai melejit saat berperan sebagai Datuk Maringgih dalam miniseri televisi Siti Nurbaya (1992). Sampai tahun 1994, Damsyik tercatat telah bermain dalam 62 film bioskop.

Antara Dansa Dan Dunia Film Yang Digeluti

Dansa dan film adalah dua dunia yang berjalan linear dalam kehidupan HIM Damsyik. Keterampilan berdansanya berkelas dunia. Kehebatannya memerankan tokoh antagonis dalam sinetron Siti Nurbaya membuat namanya sangat lekat dengan sebutan Datuk Maringgih, dan kepiawiannya berdansa menjadikannya memperoleh julukan Datuk Dansa.

Dengan dansa dia meraih kesuksesan, karier, kesehatan dan kebahagiaan. Kalau mau bahagia dan sehat berdansalah, ujar lelaki ramping ini.

Piala Dunia Sepakbola tahun 1998 di Perancis membawa berkah tersendiri buat si Datuk Maringgih, HIM Damsyik. Lagu La Copa de la Vida lagu resmi World Cup 1998 itu disenandungkan oleh Ricky Martin secara apik dalam pakem tarian salsa yang atraktif. Lagu itu sangat populer dan berhasil memancing minat masyarakat awam hingga elit kalangan atas pecinta dansa untuk kembali turun ke lantai dansa sekadar bergoyang poco-poco atau berdansa ballroom secara profesional.

Naiknya kembali popularitas dansa setelah sempat tenggelam sebab di tahun 1950-an pernah dicap sebagai produk gaya hidup imperialis oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) serta merta mengangkat pula kembali ke permukaan keterampilan HIM Damsyik berdansa. Banyak orang mulai belajar serius tentang dansa dan HIM Damsyik laku keras sebagai instruktur sebab dialah salah satu di antarra sedikit instruktur dansa profesional berlisensi internasioal lulusan Negeri Belanda.

Keterampilannya berdansa berkelas dunia pernah dia tampilkan pada kesempatan kejuaraan Jakarta Open Dance Sport 2003 di The Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, 28 Maret 2003. Damsyik di situ unjuk kebolehan bersama 122 pasang pedansa-pedansa internasional dari berbagai penjuru dunia yang mengikuti kejuaraan.

Lelaki ramping bertinggi badan 180 centimeter namun cukup sehat dengan berat hanya 55 kilogram ini memang ulung sebagai jago dansa Indonesia. Pemeran tokoh antagonis dalam sinetron Siti Nurbaya arahan sutradara Irwinsyah yang disiarkan TVRI yang membuat namanya menjadi sangat lekat dengan sebutan Datuk Maringgih harus mulai rela memperoleh julukan yang lebih baru yakni Datuk Dansa.

Dansa dan film adalah dua dunia yang berjalan linear dalam kehidupan HIM Damsyik. Ketika dansa mulai mati suri sejak tahun 1950-an akibat cap sepihak kaum PKI sutradara tenar Wim Umboh yang biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-film menawarkannya untuk juga mencoba ikut bermain film sebagai aktor. Jadilah ayah lima orang anak dan kakek 20-an orang cucu ini hidup asyik. Dengan dansa dia bisa meraih kesuksesan, karier, kesehatan, dan kebahagiaan. Jadi, kalau mau bahagia dan sehat berdansalah, ujarnya dalam selera humor yang tinggi.

Lahir di Teluk Betung, Lampung, 14 Maret 1929 sejak masa kecil Damsyik sudah banyak menghabiskan waktu dengan menari. Setiap kali ada perayaan yang menyuruh anak-anak menari, dan suruhan menari itu biasanya pasti ada di setiap pesta, maka Damsyik sering ikut ambil bagian. Dia akhirnya sadar bahwa dirinya senang menari. Bersamaan itu orang yang pernah menyaksikan ikut pula menilai bahwa Damsyik memang berbakat menari. Namun Damsyik sendiri mengaku tidak tahu dari mana bakat menari itu berasal sebab ayahnya yang bekerja sebagai kepala pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, KPM, tidak pernah menari atau berdansa.

Mahasiswa gemar dansa-dansi
Ketika hendak meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi dia hijrah ke Jakarta namun nyatanya sambil kuliah dia masih harus bersentuhan kembali dengan dansa. Dia mengenang di tahun 1950-an itu di Jakarta masih banyak bermukim orang Belanda sehingga budaya dansa-dansi masih dominan sebagai alat pergaulan termasuk di kalangan mahasiswa. Setiap malam minggu mahasiswa pasti berkumpul dan gemar berdansa. Di sanalah bakat berdansa saya terasah, ucap Damsyik yang ikut pula aktif semasa kuliah sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada).

Dia lantas semakin percaya diri akan bakat dansanya setelah berhasil menyabet Juara I Lomba Dansa Ballroom di Jakarta. Ketika juara bukan hanya merasa senang melainkan dia sendiri mengaku ikut terkejut atas keberhasilannya. Sejak peristiwa itu dia lalu memutuskan pindah untuk menekuni dansa secara profesional.

Keinginan menjadi pedansa profesional menuntutnya harus rela pergi belajar lebih jauh lagi hingga ke negeri asing untuk mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda. Damsyik adalah salah satu diantara jumlah yang tidak banyak instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional.

Yang pasti usai Ricky Martin berhasil mempopulerkan La Copa de la Vida selain aktif bermain film sinetron jadwal HIM Damsyik menjadi semakin padat setelah ditambah aktivitas dansa. Praktis tiada hari tanpa diisi mengajar dansa di kelas-kelas dansa profesional yang tersebar di banyak tempat di Jakarta. Jadwal itu belum termasuk mengajar peserta kursus yang minta diajar secara privat, atau kesibukan lain menjadi juri di berbagai lomba dansa yang marak diselenggarakan. Namun jadwal yang tetap adalah di bilangan Cinere Jakarta Selatan tempat Damsyik membuka sendiri sekaligus memimpin sebuah sekolah dansa bernama Damsyik School of Dance. Banyak murid dansa yang dia latih kini kerapkali memenuhi kafe, club house, atau hotel yang menyediakan tempat untuk berdansa

Damsyik menjelaskan secara umum dansa dibagi dua jenis modern ballroom dan Latin American Dancing. Modern ballroom bisa dibagi menjadi lima kategori yakni waltz, tango, blouse, quick step, dan slow foxfort. Sedangkan Latin American Dancing terbagi menjadi rumba, falcaca, samba, paso doble, dan jive.

Waltz sebenarnya masih terbagi dua yakni vienna waltz dan english waltz. Perbedaannya vienna waltz gerakannya lebih cepat dan lincah namun tidak begitu digemari oleh orang Inggris. Orang Infggris lebih senang yang lembut dan tidak begitu melelahkan sehingga lahirlah yang namanya english waltz.
Usia sudah berkepala tujuh kakek 20-an cucu pula namun dia tetap fit dan lentur berdansa sekaligus gairah main film. Aktivitas dia sejak pagi hari hingga larut malam dia jalani tanpa keluhan berarti. Pemeran Pak Wiryo dalam sinetron Wah Cantiknya bersama aktris Tamara Blezinsky dan Anjasmara ini punya resep menerapkan pola hidup sehat. Hidup terasa sehat tak membbuatnya lupa untuk selalu melakukan tes kesehatan enam bulan sekali dan hasilnya selalu bagus.

Disebutkannya dansa bisa membentuk tubuh sehingga tulang-tulang terlatih dengan baik dan membantunya untuk selalu tampil prima dalam setiap kegiatan. Bahkan dia sanggup berdansa hingga berjam-jam sebab jika tersedia kesempatan dia akan selalu berdansa. Karena masih kuat berdansa tubuhnya yang kurus tidak pernah tampak kelelahan. Dansa membuat tubuh dia selalu sehat tidak mudah sakit dan terutama perutnya belum pernah buncit.

Seabrek kegiatan harus dia lakoni tiap hari. Misalnya, pagi-pagi sekali sudah harus ke Indosiar lalu siangnya mengajar dansa privat di Pondok Indah. Setelah itu syuting sinetron. Dalam setiap kesempatan perjalanan ke luar kota masih sering dia lakukan dengan menyetir sendiri. Bagi dia hari Sabtu Minggu betul-betul dia manfaatkan beristirahat sebagai hari keluarga berkumpul.

Tubuh boleh tampak amat kurus dan jangkung dengan postur tinggi 180 cm dan berat hanya 55 kg namun dengan pola hidup sehat dan dibantu olahraga dansa kesan rentan terhadap penyakit selalu tertepis. Dia mampu melindungi diri dari penyakit yang biasa diidap manusia lanjut usia. Tidak mengherankan jika sebuah perusahaan minuman suplemen kesehatan mempercayakan lelaki kurus jangkung ini sebagai bintang iklan obat perkasa ala pria di televisi dan media cetak.

Dia menyebutkan saat sarapan biasa menyantap susu dan sereal atau roti berlapis keju ditambah buah-buahan dan air putih. Sesendok madu dan vitamin penambah darah ikut pula dia konsumsi selalu. Dia tak punya pantangan makanan apa pun kecuali sayur mayur sebuah kategori makanan sehat namun kurang dia sukai. Sebagai gantinya Damsyik memperbanyak konsumsi buah karena itu isterinya selalu membekali dia sebuah cool box berisi buah-buahan segar dan sebotol air putih sebelum berangkat ke lokasi syuting.

Sebagai tokoh dansa kontemporer Indonesia dia mulai merasa senang dan bersyukur karena dua hal. Pertama dia merasa senang karena Piala Dunia 1998 telah memicu perkembangan dansa menjadi sangat pesat di Indonesia. Dansa yang semula tidur nyenyak kembali bangun. Ketika di tahun 1950-an kekuasaan PKI agak dominan dansa dianggap sebagai kebudayaan Barat yang harus dilarang keras. Larangan itu sempat membuat Damsyik merasa takut namun dia tetap tekun berlatih sendiri dan kalau ada kesempatan dia akan selalu manfaatkan untuk berdansa.

Kedua dia bersyukur karena dansa yang menuntut seluruh tubuh bergerak itu sama definisinya dengan olahraga. Karena itu dansa lantas diterima dan diakui sebagai olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ikatan Olahraga Dansa Indonesia kemudian dibentuk bernaung di bawah keanggotaan KONI dan HIM Damsyik sejak 12 Juli 2002 adalah ketua umum pertama yang dipercaya.

HIM Damsyik bertutur kekuatan dansa terletak pada fungsi sosial yang mampu membuat lelaki maupun perempuan dari semua latar belakang dapat berbaur bersosialisasi dan bergembira bersama. Dansa menjadi alat yang perlu untuk menjalin pergaulan bahkan dipercaya sebagai alat diplomasi yang ampuh sebagaimana pernah ditunjukkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang berdansa dengan (mantan) Presiden RRC Jiang Zemin tahun 2002 lalu. Keduanya di Beijing ketika itu melakukan dansa jenis modern ballroom.

sumber : wikipedia.org / .tokohindonesia.com / dbs / *.rohmat syaifudin

 

VIDEO DANSA :

Isadora Duncan dance performance

Dirty Dancing – Time of my Life (Final Dance) – High Quality

MUSIK DANSA :

Best Dance music

house music top 10 best techno trance dance music 2008 -DJ DDX

new best cool house techno trance song of 2009 – dj devil

Best Of Dance Music 2010 Maxima Fm

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: