ST 12

Posted on Mei 27, 2011. Filed under: Profil Group Musik | Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |


ST-12

ST-12

ST 12adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2004. Grup ini didirikan oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokalis), dan Alm. Iman Rush (gitaris). Nama ST 12 sendiri merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 yang merupakan markas berkumpulnya band ini. Sampai saat ini ST 12 telah menghasilkan 5 album musik.

Secara resmi ST 12 berdiri pada tanggal 20 Januari 2004, meski anggotanya telah lama berkecimpung di dunia musik. Sebelumnya, keempat personel ini tak saling kenal. Mereka sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Nama ST 12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz. Mereka juga berkompromi dengan mengambil aliran Melayu, Pop, Pop Rock dan Jazz, walau Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock. Sulitnya mendapat label rekaman yang mau menerima mereka, ST 12 akhirnya menempuh jalur indie (independent).

Album perdana, Jalan Terbaik pun dirilis. Sayang, saat tur promosi album tersebut di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak pada bulan Oktober 2005. Kesuksesan album perdana ST12 membuat mereka dilirik Trinity Optima Production. ST12 pun merilis album kedua P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman.

Charly ST12 Histeris di Panggung

Ada yang mengejutkan saat grup musik ST12 membawakan lagu Saat Terakhir dalam rilis albumnya di Pisa Cafe Menteng Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2008). Di atas panggung Charly, sang vokalis tidak dapat melanjutkan lagunya dan suasana dibuat hening oleh linangan air mata. Sesaat ia tersedu dalam pelukan Pepeng (gitaris), sebelum kemudian kembali melanjutkan aksinya. Dengan sedikit merah dan sembab, Charly melanjutkan dengan lagu berjudul Puspa, yang sekaligus menjadi judul album terbaru ST12.

Ditanya usai tampil soal ‘insiden’ panggungnya itu, Charly mengaku larut terbawa dalam kesedihan hingga tak kuasa menahan air mata. Ia begitu teringat sosok Iman Rush, salah satu personel ST12 yang meninggalkan mereka pada Oktober 2005 lalu. Iman yang saat itu posisi gitar meninggal dunia saat promo tour album pertama mereka di Semarang.

“Iman adalah pedoman hidup (kami), ” ungkap Pepet mengenang. “Iman adalah inspirator yang menjadikan kami seperti ini,” kata Charly menambahkan. Ketika Iman tidak ada, ST12 memang cukup kehilangan. Dia memiliki pengaruh cukup besar bagi masing-masing personel yang lain, ungkap Charly.

Karenanya menurut Charly, ST12 harus terus bekarya dan terus berkeinginan untuk maju. “Mudah-mudahan dia senang melihat kita seperti ini,” ungkap Pepet.

Album PUSPA yang dirilis hari ini sekaligus sebagai penghormatan bagi Iman, di mana salah satu lagu secara khusus didedikasikan untuk menghormati mendiang. (kpl/hen/dar)

ST12 Rilis Album Untuk Iman Rush

Kelompok musik pop asal Bandung, ST12, kembali meluncurkan album. Kali ini album mereka diberi tajuk PUSPA, yang sekaligus juga merupakan karya persembahan untuk menghormati almarhum gitaris Iman Rush.

“Di album kedua ini kami memasukkan satu lagu untuk menghormati mendiang Iman,” kata vokalis Charly usai konser mini yang digelar di halaman Pisa Cafe Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3 Juli 2008).

Berjudul Saat Terakhir, lagu itu menjadi salah satu andalan album kedua ST12 sejak 2005, tepatnya ketika mereka mulai memasuki industri rekaman dengan meluncurkan album debut berjudul sama dengan nama band.

Dalam konser mininya, Charly, Pepep (drum), dan Pepeng (gitar), dengan dibantu sejumlah pemain tambahan (additional player), membawakan beberapa lagu yang diharapkan meraih hits termasuk Saat Terakhir dan Puspa, yang dijadikan judul album.

ST12 bermarkas di Jl Stasiun Timur No 12, Bandung. Mereka mulai dikenal penyuka musik pop di Tanah Air setelah meluncurkan album pertama dengan single hits Aku Sayang Padamu.

Untuk album PUSPA, band ini tidak lagi berjalan sendiri (indie) melainkan berada di bawah naungan label Trinity Production. Charly, Pepep, dan Pepeng pun dipercaya sebagai ikon LG untuk salah satu produk telepon genggamnya. (kpl/*/boo)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: